Menurut keterangan Indosiar, siaran langsung Serie A bersifat terestrial dan bukan global. Dengan kata lain, pelanggan televisi berbasis kabel seperti Indovision dan FirstMedia HomeCable tidak bisa menyaksikan Serie A melalui Indosiar, karena harus menggunakan frekuensi VHF/UHF.
Selanjutnya, pihak Indosiar akan menayangkan langsung dua hingga lima pertandingan setiap pekannya. Mereka juga memastikan beberapa partai big match yang melibatkan pertemuan sesama klub besar, seperti AC Milan, Inter Milan, dan Juventus yang mendapatkan porsi utama.
Belum diketahui berapa musim Indosiar bakal menayangkan Serie A. Tapi yang jelas fans setia Calcio dapat menyaksikan Rossoneri, Bianconeri, Nerazzurri dan lain-lain hingga akhir musim 2010/11.
Tampaknya Indosiar sangat gencar menayangkan program-program unggulan. Selain LPI dan Serie A, stasiun milik Grup Salim ini juga dipastikan menayangkan sinetron "Cinta Fitri" season 7 yang pindah dari SCTV.
Senin, 17 Januari 2011
Rabu, 05 Januari 2011
"Tweener" Menjadi Andalan Roger Federer Akhir - Akhir Ini
Doha - Pukulan melalui bawah kaki atau yang dikenal dengan sebutan "tweener" masih menjadi andalan Roger Federer mengawali musim tahun 2011 ini. Bermodalkan pukulan khas itu, petenis asal Swiss ini memantapkan langkahnya di Qatar Open setelah mengalahkan petenis jebolan babak kualifikasi asal Belanda Thomas Schoorel 7-6 (3), 6-3.
Federer, yang kini menduduki peringkat dua dunia, mengikuti langkah sang rival Rafael Nadal yang mengalahkan Karol Beck 6-3, 6-0 untuk mendapatkan tempat di babak kedua.
Setelah melalui set pertama yang cukup berat, Federer seperti menemukan kembali kekuatannya di set kedua. Ayah dari dua putri kembar ini pun bisa menemukan cara yang manis untuk menutup pertandingan. Federer mengejar bola yang jatuh di depan setelah menyentuh net, pukulan di bawah kaki pun membawa bola jatuh tanpa balas di sudut lapangan Schoorel.
"Itulah satu pukulan terbaik yang saya miliki sepanjang karir saya, satu pukulan yang bisa membuat saya berbalik melihat dan tentu saja tersenyum puas," katanya. Sebelumnya, senyuman itu menjadi milik Schoorel yang baru menikmati pertandingan di level ATP. Petenis berusia 21 tahun itu memang sempat menyusahkan Federer di set pertama.
Federer mengandalkan pukulan tweener dalam dua ajang AS Terbuka. Selain itu, pukulan serupa pernah muncul di turnamen Shanghai Masters tahun lalu, serta Dubai Terbuka di tahun 2007. Di babak kedua nanti, Federer akan berjumpa rekan senegaranya Marco Chiudinelli, yang mengalahkan Reda El Amrani 3-6, 7-6 (3), 6-3.
Federer berharap dirinya bisa memberikan hasil terbaik seperti saat menjuarai turnamen ini pada 2005 dan 2006. Pemegang 16 gelar juara itu setidaknya bisa belajar dari perjuangan melawan Schoorel sepanjang 68 menit kali ini. "Memang pertandingan kali ini sangat sulit, terutama di set pertama. Saya berharap saya bisa bermain baik kali ini," katanya.
Federer menyadari keberadaan Nadal dalam turnamen ini akan membuat semuanya menjadi semakin menarik. Berbeda dengan Federer, Nadal yang kini berada di puncak peringkat dunia memang tidak kesulitan menghadapi Beck. Tiga kali Nadal mematahkan servis Beck di set kedua untuk memastikan kemenangan.
"Saya ingin memberikan yang terbaik dan bisa konsisten," kata Nadal. Petenis asal Spanyol ini memang sangat ingin bisa mendominasi lapangan Grand Slam seperti saat bisa menjuarai Prancis Terbuka, Wimbledon, dan Amerika Serikat Terbuka tahun lalu. Maka, petenis yang juga sangat haus akan gelar perdana di Doha itu berupaya memberikan yang terbaik di babak kedua.
dikuti dari tempointeraktif.com
video aksi roger federer menggunakan pukulan melalui bawah kaki "tweener"
http://www.youtube.com/watch?v=VZsfJHELolA
Federer, yang kini menduduki peringkat dua dunia, mengikuti langkah sang rival Rafael Nadal yang mengalahkan Karol Beck 6-3, 6-0 untuk mendapatkan tempat di babak kedua.
Setelah melalui set pertama yang cukup berat, Federer seperti menemukan kembali kekuatannya di set kedua. Ayah dari dua putri kembar ini pun bisa menemukan cara yang manis untuk menutup pertandingan. Federer mengejar bola yang jatuh di depan setelah menyentuh net, pukulan di bawah kaki pun membawa bola jatuh tanpa balas di sudut lapangan Schoorel.
"Itulah satu pukulan terbaik yang saya miliki sepanjang karir saya, satu pukulan yang bisa membuat saya berbalik melihat dan tentu saja tersenyum puas," katanya. Sebelumnya, senyuman itu menjadi milik Schoorel yang baru menikmati pertandingan di level ATP. Petenis berusia 21 tahun itu memang sempat menyusahkan Federer di set pertama.
Federer mengandalkan pukulan tweener dalam dua ajang AS Terbuka. Selain itu, pukulan serupa pernah muncul di turnamen Shanghai Masters tahun lalu, serta Dubai Terbuka di tahun 2007. Di babak kedua nanti, Federer akan berjumpa rekan senegaranya Marco Chiudinelli, yang mengalahkan Reda El Amrani 3-6, 7-6 (3), 6-3.
Federer berharap dirinya bisa memberikan hasil terbaik seperti saat menjuarai turnamen ini pada 2005 dan 2006. Pemegang 16 gelar juara itu setidaknya bisa belajar dari perjuangan melawan Schoorel sepanjang 68 menit kali ini. "Memang pertandingan kali ini sangat sulit, terutama di set pertama. Saya berharap saya bisa bermain baik kali ini," katanya.
Federer menyadari keberadaan Nadal dalam turnamen ini akan membuat semuanya menjadi semakin menarik. Berbeda dengan Federer, Nadal yang kini berada di puncak peringkat dunia memang tidak kesulitan menghadapi Beck. Tiga kali Nadal mematahkan servis Beck di set kedua untuk memastikan kemenangan.
"Saya ingin memberikan yang terbaik dan bisa konsisten," kata Nadal. Petenis asal Spanyol ini memang sangat ingin bisa mendominasi lapangan Grand Slam seperti saat bisa menjuarai Prancis Terbuka, Wimbledon, dan Amerika Serikat Terbuka tahun lalu. Maka, petenis yang juga sangat haus akan gelar perdana di Doha itu berupaya memberikan yang terbaik di babak kedua.
dikuti dari tempointeraktif.com
video aksi roger federer menggunakan pukulan melalui bawah kaki "tweener"
http://www.youtube.com/watch?v=VZsfJHELolA
Selasa, 04 Januari 2011
Lingkaran HALO Matahari di Jogja 4 Januari 2011 hanya fenomena alam biasa. Bukan suatu pertanda akan terjadinya bencana.
Kepala Laboratorium Hidrometeorologi Fakultas Geografi UGM Sudibyakto mengatakan, kejadian alam yang unik ini merupakan fenomena atmosferik yang biasanya terjadi pada musim hujan. “Pada fenomena ini, cahaya matahari dipantulkan oleh uap air yang naik di atmosfer. Cahaya dipancarkan sehingga terlihat sebagai cincin pelangi,” tuturnya.
Selama musim hujan banyak uap air naik ke atmosfer hingga mencapai lapisan troposfer dengan ketinggian lebih kurang 10 40 kilometer (Km). Akibatnya, terjadilah suhu yang sangat dingin di lapisan troposfer, yaitu sekitar minus 30-40 derajat Celsius. Pada saat inilah, uap air di lapisan troposfer ters ebut berfungsi sebagai kaca yang dapat memantulkan cahaya matahari.
Bulan Januari ini Pulau Jawa memang sudah memasuki puncak musim hujan. Curah hujan turun dengan intensitas antara tinggi hingga sangat tinggi. Curah hujan pun terjadi hampir setiap hari dengan waktu cukup lama.
“Jadi, fenomena tersebut sama persis dengan fenomena terbentuknya pelangi, hanya saja kalau pelangi biasanya terjadi pagi atau sore hari, di mana sudut matahari terhadap bumi masih relatif rendah. Sedangkan Cincin Halo itu pada siang hari,” ucap Sudibyakto.
Menurut Guru Besar Geografi UGM tersebut, fenomena ini sering disebut sebagai cincin pelangi karena lapisan warnanya mirip pelangi. Hanya saja, warna tersebut tidak selengkap warna pada pelangi. Istilah lain dari cincin disebut halo yang berasal dari bahasa Yunani Kuno artinya lingkaran bulan.
Warna cincin pelangi matahari tak selengkap pelangi ini perbedaan sudutnya. Cincin matahari biasanya terjadi pada siang hari atau saat posisi matahari berada tepat di atas bumi. Sudut yang tegak lurus membuat warna yang terbiaskan tidak selengkap pada pelangi di sore hari yang terjadi dengan sudut tertentu.
Pada lingkaran yang terlihat di Yogyakarta, Selasa (4/1/2010), warna-warna yang terlihat dari lapisan terdalam ke lapisan terluar berturut-turut adalah merah, jingga, kuning, dan hijau.
Pemerhati budaya Yogyakarta Heri Dendi mengatakan, dalam bahasa Jawa, fenomena cincin matahari ini dikenal dengan nama kluwung. “Fenomena ini pernah saya lihat di waktu-waktu dulu, tapi memang jarang,” katanya.
Halo Matahari merupakan fenomena alam biasa berupa cahaya yang mengelilingi matahari. Kejadian ini merupakan hasil pembelokan cahaya matahari oleh partikel uap air di atmosfer. Namun awas, jangan mencoba melihatnya langsung dengan mata telanjang.
Berikut Foto foto cincin matahari / halo matahari dari berbagai sumber:
kompas.com, detik.com
Keyword berhubungan:
cincin matahari di yogyakarta (3), lingkar cincin matahari di jogja (3), cincin matahari yogyakarta (3), matahari 4 januari 2011 (3), cincin matahari di jogja (3), cincin matahari (3), matahari cincin di jogja (2), kejadian alam matahari pelangi 4 januari 2011 (2), halo matahari yogyakarta (2), halo pelangi yogyakarta (2), pelangi halo di jogjakarta (2), matahari cincin 4 januari 2011 (2), fenomena matahari di jogja 4 januari 2010 (2), matahari cincin di yogyakarta (2), apa artinya matahari yang dikelilingi cincin (2), peristiwa halo matahari di jogja 4 januari 2011 (2), apa yang di sebut peristiwa halo matahari (2), kejadian matahari di Yogya (2), cincin matahari di yogya (2), terbentuknya halo matahari (2)
Langganan:
Postingan (Atom)





